Human Capital - KPAM III


Human Capital adalah era perubahan sumber daya manusia menjadi aset manusia, dimana Keberadaan sumber daya manusia (human resource) sangat penting dalam menunjang operasional perusahaan. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dan canggih, perusahaan menyadari akan pentingnya keberadaan karyawan bagi kemajuan bisnisnya. Kini, karyawan tak lagi dipandang sebatas sumber daya saja, tetapi merupakan aset penting bagi kelangsungan dan perkembangan perusahaan.

1. Definisi
Secara definisi, human capital merupakan segenap pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan kreativitas yang diwujudkan dalam kemampuan kerja yang dapat digunakan untuk menghasilkan layanan profesional dan nilai ekonomi. Human capital pada prinsipnya menjadi bagian dari manajemen sumber daya manusia, hanya saja pengelolaan dan pengembangan kemampuan manusia sebagai sumber daya lebih berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung pengembangan organisasi atau perusahaan.

2. Jenis-jenis Human Capital
Human capital yang ada dan bisa dikembangkan dalam diri sumber daya manusia terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut.

a. General management human capital

Dikembangkan untuk sumber daya manusia di level manajemen tinggi atau eksekutif yang meliputi kompetensi manajerial, kepemimpinan, kemampuan mengambil keputusan, dan keahlian fungsional, termasuk dalam mengumpulkan, mengolah, dan mengelola sumber daya keuangan, teknis, dan sumber daya manusia.

b. Strategic human capital

Merupakan jenis modal manusia yang mencakup keahlian dan keterampilan strategis yang didapatkan dari pengalaman menghadapi situasi tertentu. Intinya, strategic human capital dibutuhkan untuk beradaptasi dengan perubahan dan situasi di lingkungan baru.

c. Industry human capital

Segenap pengetahuan yang berkaitan dengan industri baik teknis, regulasi maupun supplier termasuk dalam jenis industry human capital. Namun, jenis human capital ini hanya berlaku untuk perusahaan yang beroperasi di bawah peraturan yang sama atau sejenis saja. Misalnya seperti industri otomotif, obat dan makanan, serta yang lainnya.

d. Relationship human capital

Kecerdasan berkomunikasi menunjukkan kemampuan menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain baik di dalam maupun di luar tim kerja. Karyawan yang memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas sehingga tercapainya kinerja yang tinggi dapat diraih dengan lebih mudah.

e. Company specific human capital

Setiap karyawan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan segala sesuatu yang menjadi ketentuan internal perusahaan tersebut. Karyawan yang mengenal dengan baik segala atribut yang melekat pada perusahaan, tentu akan lebih mudah menjalankan tugas sesuai dengan visi dan misi yang mengarah pada kemajuan perusahaan.

3. Komponen Utama
Menurut Mayo (2000), human capital memiliki lima komponen utama, yakni sebagai berikut:

a. Individual Capability (Kemampuan Individual),
b. Individual Motivation (Motivasi Individual),
c. Leadership (Kepemimpinan),
d. The Organizational Climate (Suasana Organisasi), dan.
e. Workgroup Effectiveness (Efektivitas Kelompok Kerja).

4. Elemen Human Capital
Secara lebih detail, Dess and Pickens (1999) merinci Human Capital menjadi 7 elemen sebagai berikut :

a. Motor skills : yaitu kemampuan memegang, menempatkan, memindahkan dan memanipulasi obyek dalam gerakan yang terkoordinasi.

b. Information gathering (perception) skills : yaitu kemampuan untuk menangkap, memahami dan menginterpretasikan.

c. Communication skills : yaitu kemampuan untuk mendengar, mengkomunikasikan dan membagi informasi dan pemikiran.

d. Experience : yaitu keterampilan atau perspektif yang diperoleh dari pekerjaan yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

e. Knowledge : yaitu pengetahuan yang berkaitan dengan diri, pekerjaan, organisasi dan lingkungan organisasi.

f. Social skills : yaitu kemampuan untuk menjembatani, melakukan koordinasi dan bekerjasama secara produktif.

g. Values, benefits, and attitudes : yaitu tata nilai yang dimiliki pegawai yang membentuk persepsi, penampilan dan sikap.

Pada prinsipnya, human capital menjadi bagian dari manajemen sumber daya manusia. Hanya saja, human capital memandang dan memperlakukan karyawan bukan hanya sekadar sumber daya manusia yang mendukung pelaksanaan tugas atau operasional perusahaan, tetapi juga sekaligus menjadi aset atau modal utama bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sebagai modal, human capital cenderung tak berwujud karena berupa pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan kecerdasan yang melekat pada sumber daya manusia. Meski demikian, peranannya tak kalah penting dengan sumber daya keuangan dan peralatan yang dimiliki perusahaan.

Diambil dari :



Komentar

Postingan populer dari blog ini